Kumpulan Menu Makanan Harian Dan Terapi Pengobatan Untuk Penderita Stroke Di Rumah

Kumpulan Menu Makanan Harian Dan Terapi Pengobatan Untuk Penderita Stroke Di Rumah


Kumpulan Menu Makanan Untuk Penderita Stroke

Kumpulan Menu Makanan Harian Dan Terapi Pengobatan Untuk Penderita Stroke Di Rumah - Menjaga asupan makanan yang sehat setelah stroke dapat menurunkan tiga faktor risiko penyebab stroke, yakni kadar kolesterol yang berlebih, tekanan darah yang tinggi, dan kegemukan atau obesitas. Untuk itu, mematuhi berbagai pantangan makanan untuk penderita stroke diperlukan untuk mencegah kambuhnya stroke.

Stroke dapat terjadi akibat sumbatan (iskemik) maupun perdarahan (hemoragik). Dan hampir 70% kasus stroke akibat perdarahan terjadi pada penderita tekanan darah tinggi. Terlepas dari jenis stroke yang dialami, terdapat beberapa faktor risiko dari serangan stroke, yaitu tekanan darah tinggi, diabetes melitus, dan kadar kolesterol tinggi. Karena itu, diet atau pengaturan pola makan sangat penting dilakukan untuk mengontrol tekanan darah, kadar kolesterol, dan kadar gula darah (jika memang ada diabetes melitus).

Faktor Resiko Stroke

Sebelum membahas ragam makanan sehat untuk penderita stroke, perlu diperhatikan juga standar makanan yang boleh dikonsumsi oleh penderita stroke agar kita bisa menghindari jenis-jenis makanan penyebab stroke atau yang malah memperberat penyakit stroke itu sendiri. Faktor-faktor yang harus diperhatikan sebelum memberi makanan untuk penderita stroke adalah sebagai berikut:

1. Resiko Akut
Untuk penderita stroke yang sedang berada dalam fase akut, pemberian nutrisi rendah kalori sangat dianjurkan. Karena menghindari resiko pendarahan otak lebih banyak lagi.

2. Resiko Disfagia
Untuk penderita stroke yang sedang dalam fase ini, pemberian nutrisi harus dalam bentuk cair dulu, kemudian meningkat kekentalannya, seperti bubur cair, bubur kental dan jika sudah memungkinkan baru diberi makanan dengan tekstur padat.

3. Resiko Diabetes Melitus
Untuk penderita stroke dengan resiko diabetes melitus ini, perlu diperhatikan jadwal, jenis dan jumlah makanan yang boleh dikonsumsi oleh penderita stroke. Selain itu, harus mempertimbangkan indeks glikemik yang terkandung dalam makanan yang diberikan.

4. Resiko Hipertensi
Untuk mencegah resiko hipertensi akibat kesalahan menu dalam makanan penderita stroke, maka jenis makanan yang dapat diberikan dapat berupa buah, sayur , susu rendah lemak, protein hewani rendah lemak dan tentunya membatasi jumlah garam.

5. Resiko Dislipidema
Dislipidema adalah gangguan lemak di dalam tubuh, sehingga sangat rentan untuk mengakibatkan pecahnya dinding pembuluh darah. Untuk jumlah makanan yang diberikan harus bisa mempertahankan berat badan ideal.

6. Resiko Obesitas
Untuk penderita stroke dengan resiko obesitas, pemberian makanan yang rendah kalori sangat dianjurkan. Karena penderita stroke harus menurunkan berat badannya maksimal 0,5kg hingga 1 kg perminggunya.

7. Resiko hiperurisemia
Hiperurisemia adalah kondisi tubuh yang kelebihan purin sehingga terdeteksi dalam urin. Kondisi ini dapat disebabkan oleh tingginya kadar asam urat. Sehingga, untuk penderita stroke dengan resiko hiperurisemia ini tidak boleh mengkonsumsi makanan dengan kadar purin yang tinggi. Seperti, petai, jengkol, jerohan, bayam, melinjo dan lain sebagainya.

Pada dasarnya, pantangan makanan untuk penderita stroke tergantung dari kondisi masing-masing orang. Namun, ada baiknya membatasi, bahkan menghindari beberapa jenis makanan berikut:

Makanan yang dihindari bagi penderita stroke

1. Makanan instan dalam kemasan
Pantangan makanan untuk penderita stroke yang pertama yaitu makanan instan. Makanan instan tidak dianjurkan untuk penderita stroke. Pasalnya, kebanyakan makanan instan dalam kemasan mengandung natrium nitrat dan nitrit. Kedua bahan ini sering digunakan sebagai zat pewarna dan pengawet pada daging olahan seperti sosis, daging kemasan, dan produk lainnya. Begitu juga dengan makanan kemasan lain seperti mi instan, kentang, dan camilan kemasan.

Natrium nitrat dan nitrit dapat merusak pembuluh darah karena bisa membuat arteri mengeras dan menyempit yang mengakibatkan penyakit jantung dan meningkatkan risiko stroke kambuh.

2. Makanan tinggi gula
Setelah serangan stroke sebaiknya Anda membatasi makanan dan minuman yang tinggi gula. Konsumsi gula berlebih dapat merusak pembuluh darah serta mengakibatkan obesitas. Jika kedua hal ini terjadi, bukan tidak mungkin stroke kembali menyerang.

Untuk itu, batasi asupan gula harian Anda. Batas konsumsi gula maksimal per hari adalah 4 sendok makan.

3. Makanan tinggi garam
Makanan tinggi garam mengandung natrium yang dapat memicu lonjakan tekanan darah. Bila tidak dikendalikan, Anda rentan mengalami hipertensi yang bisa memicu stroke datang kembali. Untuk itu, Anda perlu membatasi garam dan natrium dalam setiap masakan.

Usahakan untuk tidak mengonsumsi natrium lebih dari 1.500 miligram setiap harinya yang setara dengan satu sendok teh garam.

4. Makanan yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans
Lemak jahat terdiri dari lemak jenuh dan lemak trans. Lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) di dalam tubuh. LDL yang berlebih di dalam tubuh dapat mengakibatkan penumpukan lemak di arteri. Ini bisa menghambat aliran darah ke jantung dan otak sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Selain lemak jenuh, golongan lemak yang sebaiknya dihindari yaitu lemak trans. Lemak trans adalah lemak yang diolah dengan menambahkan hidrogen pada minyak sayur untuk membuatnya lebih padat. Lemak trans terbukti meningkatkan berbagai risiko penyakit, salah satunya stroke.

Berikut ini berbagai makanan yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans yang perlu dihindari, yaitu:
  • Lemak trans
  • Biskuit
  • Makanan beku olahan
  • Makanan ringan (seperti keripik kentang, keripik singkong kemasan, dan camilan sejenis)
  • Gorengan
  • Makanan siap saji (ayam goreng, kentang goreng, atau burger)
  • Margarin
  • Donut
  • Lemak jenuh
  • Daging merah
  • Kulit ayam
  • Produk susu

5. Minuman beralkohol
Alkohol dapat meningkatkan tekanan darah yang menjadi salah satu faktor risiko stroke. Untuk itu, selalu konsultasikan ke dokter kapan Anda boleh mengonsumsi alkohol setelah serangan stroke.

Umumnya, orang yang pernah mengalami stroke hanya boleh mengonsumsi minuman beralkohol sebanyak satu gelas per hari untuk perempuan dan dua gelas per hari untuk pria. Namun, ini tergantung juga pada jenis minuman beralkohol yang Anda minum.

Jika terdapat kondisi lain selain stroke seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan kolesterol yang tinggi ada baiknya untuk mengonsultasikannya langsung ke dokter gizi untuk mendapatkan panduan makan untuk penderita stroke yang paling tepat.

Makanan yang dianjurkan untuk penderita stroke

Mengingat pentingnya menjaga pola makan setelah stroke, berbagai makanan untuk penderita stroke yang direkomendasikan oleh The American Heart Association dan American Stroke Association adalah:
  • Sayuran dan buah-buahan seperti jeruk, apel, pir, bayam, dan brokoli.
  • Biji-bijian, kacang-kacangan, dan makanan tinggi serat seperti roti gandum, wortel, dan kacang merah.
  • Daging ikan, minimal dua kali seminggu. Asam lemak omega-3 dalam ikan terbukti mampu menurunkan risiko stroke. Contohnya tuna, teri basah, lele, dan nila.
  • Daging sapi dan unggas tanpa lemak dan kulitnya.
  • Produk susu rendah lemak seperti yogurt bebas lemak untuk membantu menurunkan tekanan darah.

Selain itu, makanan yang kaya akan asam folat; vitamin B6, B12, C, dan E; serta makanan yang tinggi kalium dan magnesium dapat menurunkan risiko stroke dan memperbaiki fungsi tubuh setelah stroke. Contoh makanannya yaitu kacang almond, biji labu, tomat, jeruk, sereal, ubi jalar, bawang putih, dan pisang.

Cara mengatasi nafsu makan yang menurun setelah serangan stroke

Setelah serangan stroke, selera makan biasanya menurun drastis. Untuk mengatasinya, Anda perlu menerapkan berbagai strategi agar kebutuhan gizi tetap terpenuhi.
  • Memasak makanan sehat dengan bumbu masak yang aromanya sedap seperti daun jeruk dan bumbu masak lainnya sebagai pengganti garam.
  • Sajikan makanan agar terlihat menarik, misalnya masak sup dengan sayuran beraneka warna seperti wortel, sayuran hijau, dan tomat.
  • Memotong makanan dalam ukuran kecil agar lebih mudah dikunyah.
  • Pilih makanan yang lunak dan mudah dikunyah seperti pisang, yogurt, dan oatmeal.

Memperhatikan asupan makanan untuk penderita stroke bisa mencegah komplikasi dan kemungkinan stroke kambuh. Sedangkan jika Anda makan sembarangan, Anda juga berisiko mengalami penyakit lainnya seperti jantung, kolesterol, hipertensi, obesitas, diabetes, hingga gagal ginjal.

Makanan Sehat Untuk Penderita Stroke

Jika sudah paham mengenai batasan dan faktor resiko, mulailah menyusun menu yang enak dan sehat bagi penderita stroke agar cepat membaik. Adapun contoh jenis pilihan menu makanan yang dapat diberikan adalah sebagai berikut:

1. Bubur Beras Merah
Kandungan selenium yang bagus untuk kesehatan otak pada beras merah sangat tinggi. Ditambah dengan kandungan mangan, serat dan antioksidan dalam beras merah dapat digunakan untuk pilihan menu makanan enak dan sehat bagi penderita stroke.

2. Oatmeal Susu Almond
Kebaikan oatmeal yang baik untuk menyerap kolesterol dalam darah akan terasa sangat lezat ketika ditenggelamkan dalam susu almond yang gurih. Kandungan vitamin dan protein serta lemak baik yang ada dalam oatmeal dan susu almond, menjadikannya sebagai menu pilihan makanan enak dan sehat bagi penderita stroke. Selain itu, oatmeal juga bagus dikonsumsi oleh orang sehat karena termasuk ke dalam jenis makanan pencegah stroke ringan.

3. Pepes Ikan Gabus (Ikan Kutuk)
Seperti yang dipaparkan dalam penelitian Jurnal Gizi Klinik Indonesia (2016), albumin yang terkandung dalam ikan gabus memiliki fungsi sebagai antioksidan , mempertahankan kondisi integritas mikrovaskular, memodulasi inflamasi, dan sebagai antikoagulan ternyata memiliki hubungan bermakna dengan peningkatan gizi pasien stroke.

4. Gurami asam manis stevia
Saat memasak gurami asam manis ini, sebaiknya jangan menggunakan pemanis dari gula tebu. Pilih pemanis dari stevia. Selain aman untuk penderita Diabetes Melitus, gurami asam manis stevia dengan kandungan protein yang tinggi menjadi pilihan lezat. Konsumsi ikan juga dapat mencegah pendarahan otak akibat darah tinggi.

5. Nila Asam-Asam
Ikan nila sangat rendah kolesterol dan belimbing wuluh yang rendah kalori sangat bagus untuk menjadi salah satu menu andalan dalam pilihan makanan enak dan sehat bagi penderita stroke.

6. Tumis Brokoli
Selain kaya akan antioksidan, brokoli juga sangat bagus untuk mencegah koagulasi darah dan anti inflamasi. Sehingga, menu brokoli tumis menjadi menu yang enak dan sehat untuk penderita stroke. Anda juga bisa menambahkan irisan bawang putih yang banyak pada tumisan karena bumbu masakan satu ini dapat menghindarkan kita dari macam-macam penyakit saraf.

7. Tumis Terong Ungu
Terong merupakan makanan yang tinggi antosianin, sehingga sangat bagus untuk kesehatan penderita stroke. Karena kandungan antosianin dalam terong membantu mengusir sumbatan dalam pembuluh darah serta sangat rendah natrium, sehingga aman untuk penderita hipertensi dan berfungsi untuk pengobatan penderita stroke.

8. Tumis Selada Air
Uniknya rasa menu satu ini adalah kriuk dan ada manis-manisnya. Selada air yang kaya vitamin C, lutein, zeaxanthin dan antioksidan sangat baik dikosumsi untuk mencegah hipertensi, daya tahan tubuh, dan memelihara kesehatan mata. Selain itu, sayuran hijau seperti selada air ini juga membantu proses penyembuhan stroke.

9. Salad Kubis Ungu
Kandungan vitamin E, vitamin C, vitamin K, betakaroten, folat, magnesium dan kalsium dalam kubis ungu sangat bagus untuk menjaga kadar kolesterol seimbang, menjaga kesehatan aliran darah dan mencegah kerusakan sel.

10. Sop Wortel
Kandungan betakaroten pada wortel sangat bagus untuk kesehatan penderita stroke. Karena mampu menurunkan kadar kolesterol jahat dan mencegah kerusakan sel-sel tubuh lebih lama lagi. Kita juga dapat menambahkan bagian dada ayam tanpa lemak dalam sop ini, karena sop ayam merupakan makanan untuk penderita stroke berat yang dapat mempercepat proses penyembuhan pasien.

11. Papaya
Kandungan kaparina dalam pepaya sangat bermanfaat untuk mengurangi penyumbatan pembuluh darah. Selain itu, rasanya yang segar sangat cocok untuk dijadikan camilan dalam menu makanan sehat untuk penderita stroke. Bagi orang yang bukan penderita stroke, konsumsi buah secara teratur juga sangat disarankan, karena buah-buahan merupakan makanan pencegah stroke ringan yang sangat mudah ditemui.

12. Pisang
Pisang sangat lezat untuk dinikmati saat sarapan, makan siang atau makan malam. Kandungan kalium dan potasium pada pisang sangat baik untuk menjaga kesehatan pembuluh darah dan homeostasis sel tubuh. Jadi, memasukkan pisang dalam menu pilihan makanan enak dan sehat bagi penderita kolsterol sangat tepat dan meminimalisir gejala stroke

13. Apel
Kandungan flavonoid, polifenol, kalium, kalsium dan fosfor sangat bagus untuk kesehatan jantung dan memelihara keseimbangan tekanan darah. Sehingga apel menjadi makanan enak dan sehat bagi penderita stroke.

14. Kacang Almond Oven Pedas
Pedas, gurih dan lezat. Menjadikan menu makanan enak dan sehat untuk penderita kolesterol ini sangat istimewa. Bagus untuk kesehatan tubuh karena banyak mengandung lemak baik, menjadikannya pantas untuk masuk dalam daftar camilan sehat yang membuat penderita stroke cepat sembuh.

15. Wedang Tomat
Hancurkan tomat dan beri stevia cair satu tetes kemudian tambahkan air dingin. Rasanya, sangat segar dan enak. Selain itu, kandungan licopene dalam tomat bermanfaat untuk mengatasi pembekuan darah.

16. Pudding Susu Rendah Lemak
Serat yang baik dalam agar-agar, berpadu dengan lezatnya susu rendah lemak yang kaya akan lemak baik tentu sangat menyenangkan untuk dimasukkan dalam daftar makanan enak dan lezat bagi penderita stroke.

17. Jus Strawbery
Buah merah yang menggoda ini sangat tinggi kandungan vitamin C, sehingga bagus untuk daya tahan tubuh, kemudian kandungan antioksidannya yang tinggi sangat cocok untuk kesehatan jantung dan penderita stroke. Selain itu, mengonsumsi jus buah-buahan secara teratur juga merupakan cara menyembuhkan stroke dengan cepat.

Contoh Makanan Orang Sakit Stroke dan Syarat diet pada penderita stroke

  • Energi cukup ,yaitu 25-45 kkal/kgBB.Pada fase akut energi diberikan 1100-1500kkal/hari.
  • Protein cukup,yaitu 0,8-1 g/kgBB.Apabila penderita berada dalam keadaan gizi kurang,protein diberikan 1,2-1,5 g/kgBB.Apabila penderita disertai komplikasi gagal ginjal kronik (GGK) protein diberikan rendah yaitu 0,6 g/kgBB.
  • Lemak cukup yaitu 20-25% dari kebutuhan total
  • Karbohidrat cukup,yaitu 60-70% dari kebutuhan total
  • Cukup vitamin dan mineral
  • Serat cukup,yaitu membantu menurunkan kadar kolesterol darah dan mencegah konstipasi
  • Konsumsi cairan 6-8 gelas/hari
  • Bentuk makanan disesuaikan dengan kondisi si penderita
  • Makanan diberikan dalam porsi kecil dan sering
  • Penggunaan garam dapur dalam jumlah yang terbatas

Contoh Makanan Orang Sakit Stroke dan menu sehari untuk penderita stroke

Pagi : Nasi tim/bubur
Telur dadar
Sayur labu siam
Susu skim

Snack (pukul 09.00) : puding maizena

Siang : Nasi tim/bubur
Ayam panggang bumbu kuning
Tumis tempe
Sup sayuran
Pepaya

Snack (pukul 16.00) : susu skim

Malam : Nasi tim/bubur
Ikan panggang bumbu tomat
Sayur asem
Tahu bacem
Melon

Selain memperhatikan makanan, Anda juga perlu menjalani serangkaian pola hidup sehat lainnya seperti olahraga rutin untuk menjaga kondisi tetap sehat dan bugar setelah serangan stroke.

Demikian artikel Kumpulan Menu Makanan Harian Dan Terapi Pengobatan Untuk Penderita Stroke Di Rumah dan semoga bermafaat.



Belum ada Komentar untuk "Kumpulan Menu Makanan Harian Dan Terapi Pengobatan Untuk Penderita Stroke Di Rumah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel