(Perhatikan) Kenali Gejala Stroke Usia Muda Penyebab dan Pencegahan Sejak Dini

(Perhatikan) Kenali Gejala Stroke Usia Muda Penyebab dan Pencegahan Sejak Dini


Gejala Stroke Usia Muda

(Perhatikan) Kenali Gejala Stroke Usia Muda Penyebab dan Pencegahan Sejak Dini - Stroke adalah kondisi penyumbatan aliran darah ke otak, sehingga jaringan otak kekurangan oksigen dan perlahan mulai mati. Stroke merupakan kondisi yang dapat mengancam hidup seseorang dan dapat menimbulkan kerusakan permanen. Stroke terbagi atas dua jenis pasokan darah ke otak terganggu atau berkurang akibat penyumbatan (stroke iskemik) maupun pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Kondisi ini berakibat pada berkurangnya asupan oksigen dan nutrisi pada otak, sehingga sel-sel otak mati dan tidak bisa berfungsi optimal.

Stroke termasuk penyakit yang rentan terjadi pada orang berusia lanjut. Namun karena faktor tertentu, orang berusia muda juga rentan mengalami stroke. Ini faktor yang menyebabkan stroke bisa terjadi di usia muda

Faktor Penyebab Stroke di Usia Muda

Kebiasaan Merokok

Orang yang memiliki kebiasaan merokok sejak masih muda juga bisa terkena stroke. Rokok mengandung bahan nikotin (Baca : bahaya nikotin)yang bisa masuk ke dalam tubuh lewat pembuluh darah. Kemudian nikotin yang menumpuk pada pembuluh darah bisa menyebabkan penyumbatan atau plak di bagian pembuluh darah. Hal ini akan menghalangi kerja jantung ketika memompa darah dan mengedarkan darah ke semua bagian tubuh. Termasuk ketika plak menyebabkan otak tidak bisa menerima mendapatkan pasokan darah dan nutrisi yang baik. Kemudian bisa menyebabkan stroke dan bahaya merokok meningkatkan resiko stroke hingga tiga kali.

Konsumsi Garam Berlebihan

Kebiasaan terlalu banyak mengkonsumsi garam dalam makanan sehari-hari juga bisa meningkatkan resiko stroke. Garam bisa mempengaruhi tekanan darah dalam tubuh dan lebih sering menjadi penyakit tekanan darah tinggi. Ketika tubuh Anda memiliki banyak garam maka akan mempengaruhi keseimbangan cairan dalam tubuh. Ketika hal ini terjadi maka jumlah volume darah juga akan meningkat, sehingga menyebabkan tekanan darah tinggi. Penyakit tekanan darah tinggi bisa menyebabkan stroke karena terjadi penekanan darah yang terlalu besar. Akibatnya kemungkinan pembuluh darah tidak kuat dan pecah yang bisa menyebabkan pendarahan otak. Kondisi ini biasanya akan menjadi stroke.

Penyakit Tekanan Darah Tinggi

Orang yang menderita tekanan darah tinggi memang memiliki resiko yang lebih besar untuk terkena stroke. Hal ini terjadi ketika tekanan darah dalam tubuh menjadi sangat tinggi dan menyebabkan pembuluh darah bekerja lebih keras. Kemudian tekanan darah tinggi akan meningkatkan voluma darah menjadi lebih besar. Kondisi ini bisa menyebabkan tekanan berlebihan dan pendarahan dalam otak. Pendarahan inilah yang kemudian menyebabkan stroke.

Obesitas

Obesitas menyebabkan penyakit stroke dan ini kondisi yang paling sering terjadi di semua negara. Obesitas terjadi ketika berat badan setidaknya lebih dari berat badan normal dari pengukuran tinggi badan. Kondisi obesitas akan meningkatkan beberapa resiko penyakit seperti penyakit jantung. Penyakit jantung yang akan menyebabkan stroke karena kemampuan jantung dalam memompa darah sudah lemah. Biasanya penyakit stroke untuk obesitas sering ditandai dengan sesak nafas, sulit untuk bernafas dengan baik dan nyeri dada kanan atau nyeri dada kiri. Gaya hidup yang buruk sering menjadi penyebab obesitas.

Kebiasaan Mengkonsumsi Lemak Berlebihan

Kebiasaan mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak jahat memang bisa menyebabkan kondisi tubuh memburuk. Lemak yang menumpuk dalam tubuh menyebabkan kolesterol tinggi. Efek terburuk dari kolesterol adalah stroke. Pembentukan plak kolesterol dalam pembuluh darah bisa menyebabkan darah berhenti atau tidak mengalir dengan baik dari bagian jantung ke otak. Hal inilah yang sering menyebabkan penyakit stroke dan bisa memicu serangan jantung. Pecahnya pembuluh darah akibat plak kolesterol juga bisa menjadi penyebab stroke.

Kebiasaan Konsumsi Gula Berlebihan

Kebiasaan mengkonsumsi makanan dan minuman yang banyak mengandung gula memang sangat buruk untuk kesehatan. Kondisi ini akan menyebabkan tubuh Anda memiliki banyak gula halus yang diterima oleh tubuh dan disimpan dalam otot. Kelebihan cadangan gula dalam tubuh bisa menyebabkan diabates karena tubuh Anda kekurangan insulin. Jika gula dalam jumlah yang normal maka bisa menjadi sumber energi tubuh, tapi tubuh membutuhkan insulin untuk mengolahnya. Kondisi diabetes bisa menyebabkan stroke karena tubuh mengalami metabolisme yang tidak baik. Otak juga akan kekurangan oksigen dan nutrisi karena ada banyak gula dalam tubuh.

Kurang Olahraga

Kebiasaan kurang olahraga juga bisa menyebabkan penyakit stroke. Hal ini terjadi ketika tubuh tidak terbiasa untuk bergerak dan membakar kalori dengan gerakan. Kurang olahraga juga bisa memicu stroke karena kondisi lain seperti penyakit diabetes dan obesitas. Ketika kurang olahraga maka jantung tidak bekerja dengan baik. Jantung kurang latihan sehingga detak jantung dan kemapuan jantung untuk memompa darah juga menurun. Hal ini sering menyebabkan otak tidak mendapatkan suplai oksigen dan nutrisi. Hal inilah yang menyebabkan penyakit stroke terjadi.

Kebiasaan Konsumsi Alkohol

Alkohol bisa menjadi pemicu stroke karena menyebabkan penyakit tekanan darah tinggi. Alkohol akan masuk ke dalam tubuh dalam bentuk zat asing dalam pembuluh darah. Zat asing inilah yang kemudian menyebabkan volume darah menjadi sangat tinggi dan kebutuhan untuk mengalirkan darah mendapatkan tekanan yang sangat besar. Kondisi ini yang kemudian menyebabkan bagian otak tidak mendapatkan pasokan darah yang sesuai. Kekurangan inilah yang menyebabkan stroke. Selain itu kebiasaan minum alkohol juga bisa menyebabkan pecahnya pembuluh darah yang menyebabkan stroke.

Komplikasi Penyakit

Orang lanjut usia paling sering terkena penyakit stroke. Hal ini biasanya terjadi pada orang yang telah menderita beberapa komplikasi penyakit seperti diabetes, tekanan darah tinggi dan gangguan jantung. Tidak harus selalu ketiga penyakit ini, sebab juga bisa terjadi akibat salah satu penyakit ini. Hipertensi bisa menyebabkan stroke karena pendarahan dan penggumpalan darah yang menyebabkan otak tidak mendapatkan pasokan darah dan nutrisi. Sementara diabetes sering menyebabkan gangguan metabolisme dalam tubuh. Penyakit jantung menyebabkan jantung tidak bisa bekerja dengan baik ketika memompa darah.

Stres

Tekanan dan pikiran yang sangat berat bisa menyebabkan stroke. Ketika pikiran dan tekanan yang bera terjadi maka jantung tidak bisa bekerja dengan baik. Selain itu stres juga bisa memicu penyakit tekanan darah tinggi yang menyebabkan jantung. Orang yang stres juga mengalami perubahan kondisi hormon dalam otak. Darah dalam otak tidak bisa mengalir dengan baik sehingga menyebabkan kerusakan pada bagian sel otak. Stres bisa menyebabkan gangguan penyakit jantung yang memicu stroke. Kondisi ini sering dialami oleh orang yang bekerja terlalu keras.

Penyakit Diabetes

Penyakit diabates menyebabkan kadar gula dalam darah menjadi sangat tinggi dan kemampuan pankreas untuk menghasilkan insulin juga sangat rendah. Terlalu banyak kadar gula dalam darah bisa menyebabkan aliran darah dalam tubuh tidak berjalan dengan baik. Bahkan kemudian kemampuan pembuluh darah juga akan bermasalah dan jantung tidak memompa darah ke semua bagian tubuh termasuk otak. Jika hal ini terjadi maka bisa menyebabkan stroke yang bisa menyerang kapan saja. Kondisi ini paling sering terjadi pada orang lanjut usia.

Komplikasi Penyakit Ginjal

Orang yang menderita penyakit ginjal biasanya akan terkena komplikasi penyakit jantung. Kondisi ini bisa terjadi untuk orang yang terkena penyakit ginjal dan sudah melakukan transplantasi ginjal. Kondisi bisa menjadi lebih berat jika penderita juga mengalami komplikasi lain seperti penyakit tekanan darah tinggi dan diabates. Ketika organ ginjal tidak bisa bekerja dengan baik maka jantung juga akan bermasalah. Jantung tidak bisa memompa darah dengan baik yang menyebabkan darah tidak bisa mencapai otak. Hal inilah yang menyebabkan penyakit stroke bisa terjadi pada penderita penyakit ginjal.

Riwayat Keluarga

Riwayat keluarga juga bisa menjadi penyebab penyakit stroke. Jika salah satu anggota keluarga sudah terkena stroke maka anak-anak juga bisa mewarisi kondisi yang sama. Hal ini bisa terjadi karena stroke sering dipengaruhi oleh penyakit yang mengikat dalam garis keluarga seperti penyakit tekanan darah tinggi dan diabates. Gen menjadi salah satu penyebab utama mengapa stroke bisa mengalir dalam garis keluarga. Penyakit stroke yang berasal dari riwayat keluarga bisa dikendalikan dengan menerapkan pola dan gaya hidup yang sehat sehingga terhindar dari stroke.

Penyakit Kelainan Sel Sabit

Orang yang menderita penyakit kelainan sel sabit bisa terkena jenis stroke iskemik. Hal ini disebabkan karena kondisi tubuh orang yang menderita penyakit sel sabit maka darah yang berasal dari jantung tidak bisa mengirimkan oksigen ke otak. Pembuluh darah pada bagian otak biasanya menjadi lebih sempit dan membuat otak kehilangan oksigen. Stroke pada penderita penyakit sel sabit juga bisa terjadi karena pendarahan dalam otak. Kondisi ini menyebabkan resiko stroke mungkin sulit untuk dihindari.

Pecah Pembuluh Darah di Otak

Pembuluh darah dibagian otak juga bisa mengalami kebocoran atau pecah. Hal ini disebabkan karena jaringan otak mengalami kerusakan akibat pendarahan. Gumpalan dan genangan darah pada bagian jaringan otak juga bisa menyebabkan pendarahan yang sangat buruk. Ketika hal ini terjadi maka otak akan mengalami kekurangan oksigen dan menyebabkan kerusakan otak yang sulit untuk diperbaiki. Karena itu penderita stroke akibat pendarahan otak ini bisa mendapatkan jenis cacat yang lebih berat.

Penyakit Hemofilia

Penyakit hemofilia atau kelainan darah yang tidak bisa atau sangat lama untuk membeku juga bisa menyebabkan stroke. Hal ini biasanya banyak terjadi pada orang yang memang mewarisi keturunan hemofilia. Hemofilia bisa menyebabkan stroke hemoragik karena pendarahan yang sulit diatasi pada bagian otak. Pendarahan bisa disebabkan karena cedera atau trauma yang menyebabkan pembuluh darah pecah. Stroke bisa menjadi resiko yang paling sering terjadi dan menyebabkan kerusakan jaringan otak secara permanen.

Penyakit Fibromuskular Displasia

Penyakit ini akan menyebabkan pembentukan sel darah yang tidak normal pada bagian dinding arteri. Kelainan ini bisa memicu penyempitan pembuluh darah dan terbentuknya gumpalan darah pada bagian pembuluh darah. Penyempitan ini yang kemudian akan menyebabkan aliran darah dalam pembuluh darah tidak bekerja dengan baik. Bahkan penyempitan ini akan mempengaruhi kerja arteri dan jantung ketika mengedarkan darah ke semua bagian tubuh. Otak mungkin tidak akan mendapatkan darah dan nutrisi yang cukup sehingga menyebabkan stroke.

Kelainan Vasospasme

Orang yang sudah pernah mengalami pendarahan dalam ruang subarachnoid dalam otak juga bisa menderita penyakit stroke. Kondisi ini sering disebut dengan vasospasme. Vasospasme akan menyebabkan beberapa bagian pembuluh darah mengalami kejang yang menyebabkan bagian otak tidak mendapatkan aliran darah yang cukup. Stroke ini bisa terjadi setelah empat hari dari pendarahan dalam otak. Kondisi bisa menjadi lebih buruk jika penderita juga mengalami komplikasi seperti tekanan darah tinggi dan stroke.

Sindrom Cerebral Vasokonstriksi

Sindrom cerebral vasokonstriksi memang sangat berbahaya. Kelainan ini bisa menyebabkan pembuluh darah dalam otak mengalami kejang yang kemudian membuat otak tidak bisa menerima darah dengan cukup. Pendarahan ini bisa terjadi kapan saja dan bersifat mendadak. Penyakit ini sangat berhubungan dengan beberapa kondisi seperti penyempitan dan pelebaran pembuluh darah dalam otak, kelainan arteri dan sakit kepala yang terjadi secara tiba-tiba. Gejala penyakit ini sering dihubungkan dengan penyakit migren jangka panjang.

Dampak Radiasi Vaskulopati

Orang yang pernah menjalani pengobatan kanker untuk bagian kepala dan leher dengan menggunakan sinar radiasi atau radioterapi juga bisa terkena stroke. Hal ini terjadi ketika menerima sinar radioterapi maka bisa menyebabkan beberapa bagian sel dalam otak rusak atau mati. Kerusakan sel dalam otak ini juga bisa disebabkan karena kerusakan pada bagian pembuluh darah yang bekerja pada bagian tersebut. Kondisi ini bisa menyebabkan stroke karena otak tidak menerima darah dan nutrisi yang cukup.

Penyakit Moyamoya

Penyakit moyamoya merupakan salah satu jenis penyakit langka yang bisa menyebabkan stroke. Hal ini terjadi ketika bagian arteri menjadi lebih sempit sehingga menyebabkan stroke. Kondisi ini sering menyebabkan penderita tidak bisa mendapatkan darah yang cukup pada bagian otak. Penyempitan arteri menyebabkan sirkulasi darah dalam bagian otak juga menurun. Aliran darah yang melewati bagian arteri menjadi tertutup dan sulit untuk bisa bekerja dengan baik. Stroke sering menyebabkan kondisi penderita memburuk dan sulit untuk ditangani.

Penyakit Fabry

Penyakit Fabry merupakan salah satu jenis penyebab stroke yang sangat langka. Penyebab penyakit ini adalah ketika terjadi penumpukan lemak atau lipid dalam pembuluh darah. Lemak inilah yang menghambat kerja pembuluh darah dan membuat kondisi tubuh menjadi lebih lemah. Penderita penyakit ini sering menderita stroke akibat beberapa komplikasi dari penyakit lain seperti kelainan pembuluh darah dalam otak, kelainan jantung dan kelainan ginjal. Jadi penyakit ini bisa menyebabkan kelainan yang kompleks selain penyakit stroke.

Penyakit Angiitis

Penyebab stroke selain makanan juga bisa berasal dari penyakit. Penyakit angiitis pada bagian sistem saraf pusat juga bisa menyebabkan penyakit stroke. Kelainan yang menyebabkan peradangan pada bagian pembuluh darah ini bisa menyebabkan pengaruh untuk otak dan sumsum tulang belakang. Penyakit ini sering ditunjukkan dengan beberapa gejala seperti sakit kepala yang sering, kejang, gangguan otak dan gejala stroke yang lain. Ini termasuk penyakit yang sulit untuk disembuhkan karena kelainan yang menyerang pembuluh darah. Selain itu juga bisa mempengaruhi fungsi otak secara umum.

Penyakit Temporal Arteritis

Ini adalah sebuah penyakit yang menyebabkan gangguan inflamasi pada bagian pembuluh darah. Jenis pembuluh darah yang paling sering diserang adalah pembuluh darah yang bekerja untuk otak. Kondisi ini biasanya banyak terjadi pada wanita dan lebih sedikit pada pria. Kelainan ini akan menyebabkan stroke lebih mudah terjadi akibat obat yang sering mengalami kekurangan oksigen. Jika terjadi secara terus menerus maka bisa menyebabkan kebutaan dan kehilangan fungsi fisik.

Gangguan Sistem Koagulasi Darah

Orang yang menderita gangguan pembekuan darah juga bisa mengalami stroke. Hal ini terjadi ketika darah dalam tubuh lebih cepat menggumpal dibandingkan pada orang yang sehat. Penderita bisa mengalami stroke iskemik yang disebabkan karena penggumpalan darah pada bagian otak. Penggumpalan darah dalam pembuluh darah juga bisa menyebabkan otak tidak mendapatkan jumlah oksigen yang cukup. Penyakit ini bisa cenderung menyebabkan stroke di usia muda.

Sindrom Antifosfolipid Antibodi

Sindrom ini banyak terjadi pada orang yang memang sudah menderita penyakit gangguan pembekuan darah. Hal ini bisa terjadi karena darah dalam tubuh lebih cepat mengalami pembekuan sehingga otak juga tidak mendapatkan oksigen dalam jumlah yang cukup. Penggumpalan dan pembekuan darah tidak teratur bisa membuat beberapa bagian otak kehilangan fungsi. Penyakit ini sering menyebabkan penderita terkena stroke dan gangguan sistem kekebalan tubuh.

Kebiasaan Konsumsi Snack

Salah satu kebiasaan buruk seperti konsumsi snack juga bisa memicu stroke. Snack atau beberapa makanan ringan yang sudah jadi biasanya mengandung garam dan bahan pengawet yang lebih tinggi. Hal ini kemudian akan menyebabkan kemungkinan terkena penyakit tekanan darah tinggi. Resiko stroke terjadi akibat penyakit tekanan darah tinggi tersebut. Selain snack, konsumsi makanan cepat saji yang terlalu sering juga bisa menyebabkan tekanan darah tinggi. Selain itu makanan cepat saji cenderung banyak mengandung lemak, minyak dan garam.

Kebiasaan Kurang Tidur

Orang yang tidak cukup istirahat atau kurang tidur juga bisa terkena penyakit stroke. Ketika tubuh Anda membutuhkan waktu tidur yang cukup namun tidak terpenuhi maka ada gangguan metabolisme tubuh. Kebiasaan ini juga memicu penyakit tekanan darah tinggi. Bahkan sistem kerja pembuluh darah juga mengalami gangguan. Selain itu bagian otak akan dipaksa untuk bekerja lebih keras sementara mungkin pembuluh darah sudah tidak memiliki banyak cadangan makanan. Dampaknya maka bisa menyebabkan stroke.

Gejala stroke dan tanda-tandanya

Gejala stroke cenderung terjadi secara tiba-tiba dan hanya selalu menyerang satu sisi bagian tubuh. Hal ini semakin memburuk dalam jangka waktu 24 sampai 72 jam. Gejala yang biasa terjadi termasuk:
  • Sakit kepala tiba-tiba
  • Kehilangan keseimbangan, bermasalah dengan berjalan
  • Kelelahan
  • Kehilangan kesadaran atau koma
  • Vertigo dan pusing
  • Penglihatan yang buram dan menghitam
  • Kelemahan atau mati rasa pada satu sisi bagian tubuh di wajah, tangan, kaki
  • Adanya masalah dengan berbicara dan pendengaran.

Pencegahan Stroke

Banyak Faktor menjadi penyebab stroke, seperti karena diabetes, hipertensi, merokok, obesitas, kadar kolesterol tinggi atau karena penyakit jantung. Berikut ini cara pencegahan gejala stroke:

1. Cari dan kendalikan faktor risiko stroke

Kenali faktor risiko stroke yang ada pada diri Anda. Ada faktor risiko stroke yang tidak dapat dikendalikan dan ada faktor risiko yang dapat dikendalikan.

Faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan adalah: usia, jenis kelamin, riwayat keluarga stroke dan ras. Faktor risiko yang dapat dikendalikan adalah hipertensi, diabetes, kadar kolesterol darah yang tinggi, merokok, gangguan tidur, dan kegemukan. Temukan faktor risiko yang ada pada Anda dan kendalikanlah.

2. Jauhi rokok

Merokok terbukti meningkatkan risiko stroke dan gangguan pembuluh darah lainnya 2-3 kali lipat. Hal ini menjadi lebih nyata pada penderita hipertensi dan diabetes. Merokok menimbulkan pengerasan pembuluh darah dan memicu timbunan plak dalam pembuluh darah. Hal ini terbukti bagi perokok aktif maupun pasif. Selain itu rokok berisiko pada penyakit kanker paru-paru.

3. Sering berolahraga

Olahraga teratur yang bersifat aerobik terbukti membantu menurunkan tekanan darah, meningkatkan sensitivitas insulin sehingga terhindar dari diabetes, meningkatkan kadar kolesterol HDL (kolesterol baik).

Lakukan olahraga yang baik mengandung unsur FITT yaitu: Frekuensi 3-4 kali seminggu, Intensitas ringan sampai sedang, Tipe aerobik, Time (waktu) 15-20 menit per kali olahraga.

4 Kontrol tekanan darah

Hipertensi terbukti merupakan faktor risiko stroke yang paling konsisten dan dominan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa 60-80 persen penderita stroke diawali oleh hipertensi. Kenali gejala tekanan darah tinggi, awasi tekanan darah anda secara teratur.

Seseorang dinyatakan menderita tekanan darah tinggi apabila tekanan darahnya > 140/90 mmHg. Pengobatan tekanan darah tinggi dapat dimulai dengan perubahan pola hidup, yaitu: membatasi konsumsi garam, perbanyak konsumsi buah dan sayur, berhenti merokok dan menurunkan berat badan. Pada kasus-kasus tertentu diberikan pula obat penurun tekanan darah.

5. Hindari stress

Stress terbukti meningkatkan tekanan darah, memperburuk sensitivitas insulin dan merangsang sistem saraf simpatis. Hal ini dapat berujung pada munculnya hipertensi dan diabetes.

Beberapa penelitian mengkonfirmasi bahwa stress akan meningkatkan risiko stroke 2-3 kali lipat. Luangkan waktu anda untuk olahraga ringan, membaca buku, mendengarkan musik dan berkumpul bersama teman.

Semoga artikel (Perhatikan) Kenali Gejala Stroke Usia Muda Penyebab dan Pencegahan Sejak Dini bisa menjadi referensi bagi kita semua dan bermanfaat.

Belum ada Komentar untuk "(Perhatikan) Kenali Gejala Stroke Usia Muda Penyebab dan Pencegahan Sejak Dini"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel