Gaya Hidup Sehat dan Olahraga Cara Mudah Mencegah Stroke di Usia Muda

Gaya Hidup Sehat dan Olahraga Cara Mudah Mencegah Stroke di Usia Muda


Cara Mencegah Stroke di Usia Muda

Gaya Hidup Sehat dan Olahraga Cara Mudah Mencegah Stroke di Usia Muda - Masa muda merujuk pada seseorang antara usia 17 sampai 25, di bawah itu adalah remaja sedangkan usia 26 sampai 39 itu adalah usia dewasa di mana orang tengah pada titik puncaknya dan untuk di atas itu adalah usia pertengahan.

Orang muda biasanya sehat, dan jarang menjadi sasaran penyakit maupun masalah akibat penuaan. Tapi sekarang, usia muda juga tak lepas dari intaian penyakit berbahaya yang disebut stroke. Stroke di usia muda memang terus menjadi misteri, lantaran gejalanya yang sulit dideteksi. Keadaan ini menjadi semakin buruk, karena banyak usia muda yang masih belum mengetahui cara untuk mencegahnya.

Stroke dapat menyerang siapa saja tanpa pandang umur. Ada 2 macam faktor risiko yang dapat meningkatkan seseorang terkena Stroke, yaitu faktor Risiko yang dapat diubah dan yang tak dapat diubah. Faktor Risiko yang tidak bisa diubah antara lain : Umur, jenis kelamin (wanita lebih rentan), keturunan, dan riwayat keluarga yang pernah terserang stroke / penyakit jantung koroner. Faktor Risiko yang dapat diubah sebagian besar dipengaruhi oleh gaya hidup, diantaranya : kebiasaan merokok, kurang aktivitas, alkohol, narkoba, obesitas, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, dan dyslipidemia.

Penyebab Stroke

Penyebab Stroke secara umum dibagi menjadi 2, yaitu :

Stroke iskemik

Darah yang membeku menyumbat pembuluh darah. Jenis ini biasa terjadi pada orang lanjut usia.

Stroke Hemorhagic

Terjadi ketika pembuluh darah di dalam otak bocor atau pecah sehingga darah mengalir ke dalam otak atau ke permukaan otak. Jenis stroke ini lebih mematikan.

Gejala Stroke

  • Sakit kepala secara tiba-tiba dan parah
  • Kesulitan melihat di satu atau kedua mata
  • Tiba-tiba pusing dan kesulitan berjalan
  • Kebingungan secara tiba-tiba Kesulitan berbicara
  • Mati rasa tiba-tiba atau kelemahan wajah, lengan atau kaki

Pengobatan stroke tergantung dari penyebab stroke itu sendiri. Stroke diobati menggunakan obat – obatan, seperti obat pencegahan untuk menurunkan tekanan darah, obat penurun kolesterol, obat untuk menghilangkan pembekuan darah. Seberapa besar kemungkinan seseorang bisa pulih belum bisa diketahui. Banyak orang membutuhkan rehabilitasi seperti terapi bicara, terapi fisik, dan terapi kerja.

Stroke dapat dicegah dengan pola hidup yang sehat (makan makanan sehat, olahraga teratur, tidak merokok, minum alkohol sesuai takaran). Menurunkan tingkat kolesterol & tekanan darah tinggi dengan obat – obatan juga bisa mengurangi risiko terkena stroke. Menjaga kadar normal gula darah juga penting untuk mencegah terjadinya stroke.

Penyakit stroke dapat mengakibatkan kecacatan dan bahkan kematian. Oleh karena itu penyebab dan gejala stroke haruslah diwaspadai. Mencegah gejala stroke dapat dilakukan dengan berbagai cara. Beberapa cara yang dapat dilakukan sebagai cara menghindari stroke di usia muda antara lain sebagai berikut.

1. Menghindari makanan berlemak.

Lemak yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan dapat menimbun di dinding pembuluh darah. Hal ini bisa menyebabkan terjadinya penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah. Makanan berlemak antara lain kulit ayam, jeroan, gorengan, dan lain sebagainya. Hindarilah mengonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh. Sebab lemak jenuh merupakan lemak jahat yang tidak baik bagi tubuh kita.

2. Mengonsumsi makanan rendah kalori.

Kalori yang tertimbun banyak dalam tubuh dapat menyebabkan obesitas sehingga berpeluang menimbulkan terjadinya penyebab stroke di usia muda. Obesitas atau kondisi kelebihan berat badan cenderung membuat seseorang mengalami berbagai macam penyakit yang akhirnya dapat memicu terjadinya stroke. Oleh karena itu sebaiknya perhatikan berapa banyak kalori yang telah masuk ke dalam tubuh. Jangan sampai tubuh mengandung kalori dalam jumlah yang berlebih.

3. Rutin melakukan pemeriksaan tekanan darah.

Memantau dan memeriksa tekanan darah perlu dilakukan agar dapat mengontrol tekanan darah. Jika tekanan darah selalu tinggi maka resiko penyakit stroke dapat terjadi. Tekanan darah yang terlalu rendah juga sebenarnya tidak baik dan dapat mengakibatkan stroke. Lakukan cek tekanan darah secara rutin atau sesuai petunjuk dokter. Tekanan darah yang selalu tinggi dan selalu rendah tentunya tidak baik bagi kesehatan.

4. Menekan Emosi.

Emosi dapat menyebabkan timbulnya berbagai penyakit. Saat seseorang mengalami emosi maka jantungnya akan berdebar lebih cepat serta otot di kepalanya mengalami penegangan. Oleh karena itu orang yang mudah mengalami emosi umumnya mudah terkena berbagai macam penyakit. Bisa saja orang yang cepat emosi mengalami komplikasi penyakit. Hal ini tentu saja juga bisa berujung pada timbulnya stroke.

5. Mengendalikan stres.

Mengendalikan stres sama halnya dengan mengendalikan emosi. Stres merupakan pemicu terjadinya penyebab penyakit stroke dan berbagai penyakit lainnya. Sebab otot kepala akan menegang saat orang mengalami stres. Selain itu setiap orang yang mengalami stres juga akan mengalami kondisi yang sama dengan orang yang sedang mengalami emosi. Cara terbaik dalam mengendalikan stres adalah hadapilah segala hal dengan tenang.

6. Menghindari terjadinya trauma otak.

Trauma otak bisa saja disebabkan oleh benturan atau cidera otak. Trauma otak bisa menyebabkan pembuluh darah menjadi pecah sehingga timbullah pendarahan. Trauma otak juga bisa mengakibatkan terjadinya gumpalan darah pada pembuluh darah. Kondisi inipun memicu terjadinya stroke.

7. Rutin berolahraga.

Olahraga merupakan bagian dari upaya pola hidup sehat. Dengan berolahraga maka peredaran darah akan menjadi lancar. Selain itu dengan berolahraga maka lemak dalam tubuh akan terbakar sehingga tidak menggumpal pada dinding pembuluh darah. Olahraga juga dapat membuat orang menjadi bugar dan segar serta memiliki pikiran positif. Dengan pikiran yang positif maka seseorang akan selalu dapat menjaga kesehatannya.

8. Membatasi konsumsi garam.

Garam dapat menyebabkan naiknya tekanan darah dan bahkan mengalami hipertensi. Hipertensi cenderung membuat seseorang mengalami macam-macam penyakit stroke jika tidak dilakukan pencegahan. Garam sendiri sebenarnya merupakan pantangan bagi orang yang mengalami hipertensi atau tekanan darah tinggi. Terlalu banyak garam dapat membuat kondisi tubuh menjadi lebih buruk. Biasakanlah mengonsumsi makanan hambar atau gantilah garam dengan bumbu dapur lain seperti merica.

9. Mengonsumsi beta karoten.

Beta karoten merupakan nutrisi yang diperlukan oleh otak. Beta karoten dapat mencegah stroke. Beta karoten umumnya terdapat pada sayuran dan buah-buahan. Untuk mendapatkan asupan nutrisi beta karoten dalam jumlah yang cukup maka sebaiknya konsumsilah sayuran dan buah-buahan secara seimbang tiap hari.

10. Menghindari anemia.

Anemia dapat menyebabkan kepala menjadi pusing. Anemia juga dapat menyebabkan timbulnya kelainan darah serta gangguan pada saraf otak. Orang yang mengalami anemia umumnya mempunyai sel darah merah yang sedikit sehingga tidak cukup jika harus dialirkan ke otak. Akibatnya otak akan kekurangan sel darah merah dan oksigen. Hal ini tentunya akan meningkatkan dan memicu terjadinya stroke.

11. Mengonsumsi air putih.

Kebutuhan tubuh terhadap cairan atau air putih haruslah tercukupi agar tubuh terhindar dari dehidrasi. Dehidrasi dapat menghambat aliran darah dan mengakibatkan kurangnya oksigen. Padahal otak membutuhkan aliran darah serta oksigen dalam jumlah yang cukup. Untuk itu minumlah air putih secukupnya minimal 8 gelas tiap hari. Selain itu saat otak terasa lelah sebaiknya segera minumlah air putih.

12. Mengonsumsi sayuran hijau dan buah-buahan.

Sayuran hijau dan buah-buahan merupakan jenis makanan yang mengandung vitamin, mineral, serta nutrisi yang diperlukan oleh tubuh. Sayur jenis kacang-kacangan mengandung asam folat sehingga dapat dikonsumsi untuk mencegah gejala stroke ringan pada wanita. Selain itu kentang juga merupakan sayuran yang dapat dikonsumsi untuk mencegah stroke karena kentang mengandung potassium. Sedangkan buah-buahan segar yang dapat dikonsumsi untuk mencegah stroke antara lain apel, pisang, tomat, citrus, atau mengkudu.

13. Memeriksa kesehatan jantung.

Jika merasa terjadi perubahan pada jantung sebaiknya segera periksakan diri kepada dokter kardiovaskular. Misalnya saja jika jantung terasa nyeri secara tiba-tiba, atau bisa juga irama jantung tidak sama, serta detak jantung terasa lebih cepat. Sebaiknya hal ini selalu diwaspadai untuk mencegah terjadinya penyakit yang lebih serius. Hal ini terutama harus dilakukan oleh Anda yang memiliki riwayat penyakit jantung ataupun memiliki gen penyakit jantung.

14. Melakukan cek kolesterol.

Melakukan pengecekan terhadap kolesterol perlu dilakukan untuk mengetahui kadar kolesterol dalam tubuh. Kadar kolesterol yang tinggi dapat membuat darah menjadi kental dan tidak sehat. Darah yang kental tentunya akan menghambat peredaran darah tersebut sehingga aliran darah menuju ke otak menjadi tidak lancar. Kolesterol sendiri sebenarnya merupakan suatu penyakit yang dapat menimbulkan penyakit stroke.

15. Melakukan cek gula darah.

Diabetes berpotensi menyebabkan timbulnya gejala awal stroke. Sebab kadar gula yang terlalu tinggi dapat menyebabkan terjadinya pengentalan darah. Pengentalan darah ini tentunya tidak baik bagi kesehatan organ tubuh. Maka tak heran apabila orang yang menderita diabetes cenderung mengalami penyakit lainnya atau komplikasi. Oleh karena itu lakukanlahpengecekan kadar gula darah secara rutin untuk memantau kesehatan.

Cara menghindari stroke di usia muda sebaiknya dilakukan sebelum terlambat. Sebab bagaimanapun juga pencegahan lebih baik daripada mengobati. Terutama pada kasus penyakit stroke yang dapat mengakibatkan cacat atau kematian. Menghindari stroke merupakan cara tepat agar tidak terjadi hal yang menimbulkan penyesalan di kemudian hari.

Dan akhir kata, semoga artikel Gaya Hidup Sehat dan Olahraga Cara Mudah Mencegah Stroke di Usia Muda bermanfaat bagi kita.








Belum ada Komentar untuk "Gaya Hidup Sehat dan Olahraga Cara Mudah Mencegah Stroke di Usia Muda"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel