Bagaimana Cara Mencegah Gejala Stroke Berulang, Antisipasi Sebelum Terjadi

Bagaimana Cara Mencegah Gejala Stroke Berulang, Antisipasi Sebelum Terjadi


Cara Mencegah Gejala Stroke Berulang

Bagaimana Cara Mencegah Gejala Stroke Berulang, Antisipasi Sebelum Terjadi - Stroke atau hilangnya sebagian atau seluruh fungsi neurologis (saraf) yang terjadi secara mendadak kini menjadi salah satu penyakit yang cukup serius di Indonesia, karena jumlah kasusnya yang terus bertambah. Di negara maju seperti Amerika Serikat, stroke menempati urutan ketiga sebagai penyebab kematian. Sedangkan di Indonesia, stroke adalah penyebab kematian terbesar dan penyebab kecacatan tertinggi.

Orang yang sudah pernah terserang stroke berisiko terkena stroke berulang. Karena itu, perawat di rumah dan dokter harus bekerja sama untuk mencegah serangan stroke tidak kembali. Ada banyak faktor yang bisa membuat stroke menyerang, salah satunya lewat makanan. Di sadari atau tidak, makanan yang enak di mulut belum tentu bermanfaat bagi tubuh. Sebut saja makanan yang mengandung santan, enak di mulut tapi berbahaya jika dikonsumsi berlebihan.

Kondisi ini tentunya akan lebih sulit untuk dipulihkan. Maka dari itu alangkah baiknya apabila pasien stroke melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi serangan stroke yang kedua. Adapun beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai untuk cara mencegah serangan stroke kedua antara lain sebagai berikut.

Upaya Mencegah Gejala Stroke Berulang

1. Mengurangi lemak dan kolesterol.

Beberapa makanan yang kita konsumsi mengandung lemak jenuh. Lemak jenuh ini merupakan lemak yang jahat bagi tubuh. Lemak yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan dapat menempel dan menimbun pada dinding pembuluh darah.

Begitu juga dengan kolestrol yang masuk ke dalam tubuh dalam jumlah yang banyak dan berlebih. Timbunan lemak atau kolesterol yang ada pada dinding pembuluh darah ini dapat menyebabkan terjadinya penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah. Hal ini mengakibatkan aliran darah menjadi tidak lancar.

Oleh karena itu hindarilah berbagai makanan yang mengandung lemak jenuh seperti misalnya jerohan, kulit ayam, daging, gorengan, dan sebagainya. Sebaiknya juga lakukanlah pengecekan kadar kolesterol dalam tubuh.

2. Membatasi garam.

Garam dapat meningkatkan resiko naiknya tekanan darah. Tekanan darah yang tinggi atau hipertensi dapat mengakibatkan macam-macam penyakit stroke terutama pada orang yang pernah menderita stroke. Sebenarnya seseorang yang pernah mengalami stroke sangat dilarang mengonsumsi garam. Bahkan orang yang pernah mengalami stroke seharusnya menjaga pola makan dengan melakukan diet garam atau tidak mengonsumsi garam.

3. Konsumsi sayuran dan buah-buahan.

Sayuran dan buah-buahan merupakan jenis makanan yang sehat dan baik untuk dikonsumsi oleh semua orang terutama oleh orang yang pernah menderita stroke. Sayuran dan buah-buahan pada dasarnya mengandung mineral, vitamin, danberbagai nutrisi lainnya yang tentunya sangat dibutuhkan oleh tubuh. Sayuran hijau sangat bagus dan dianjurkan untuk menjaga kondisi tubuh serta mencegah stroke kedua.

Sayuran kacang-kacangan juga dianjurkan sebab kacang-kacangan mengandung asam folat yang baik untuk tubuh. Di samping itu ada pula kentang yang mengandung potassium dan bisa mencegah serangan stroke. Sedangkan buah-buahan tidak semuanya baik dan diizinkan untuk dikonsumsi oleh penderita stroke. Buah-buahan yang sehat misalnya seperti apel, pisang, tomat, citrus, dan mengkudu.

4. Berolahraga ringan.

Olahraga merupakan suatu hal yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Olahraga juga seharusnya dilakukan oleh penderita stroke. Namun penderita stroke cukup bila melakukan olahraga yang ringan-ringan saja. Misalnya seperti berjalan santai, jika kuat bisa melakukan lari kecil secara perlahan, senam ringan untuk menggerakkan anggota gerak tubuh, dan lain sebagainya. Bersepeda atau berenang juga boleh dilakukan jika masih memungkinkan.

5. Menjaga berat badan ideal.

Berat badan ideal perlu dimiliki oleh seseorang agar tidak mudah terkena berbagai macam penyakit. Terutama bagi orang yang pernah menderita serangan stroke kedua. Dengan memiliki berat badan ideal berarti orang tersebut akan terhindar dari diabetes.

Sebab diabetes pada dasarnya merupakan gudang dari banyaknya jenis penyakit. Menjaga berat badan ideal dapat dilakukan dengan berbagai cara. Misalnya mengonsumsi makanan rendah kalori, diet garam, dan rutin berolahraga. Dengan menjalani pola hidup sehat maka seseorang dapat tetap memiliki berat badan yang ideal.

6. Mengontrol kadar gula.

Kadar gula yang berlebih dalam diri seseorang dapat memicu terjadinya penyakit diabetes. Penyakit diabetes dapat mengakibatkan komplikasi ataupun serangan stroke. Hal ini terutama berlaku bagi orang yang pernah terserang stroke. Kadar gula yang tinggi pada tubuh seseorang pada dasarnya dapat menyebabkan terjadinya pengentalan darah. Pengentalan darah ini tidak baik dan dapat menimbulkan stroke.

Di samping itu penderita diabetes memang lebih rentan mengalami berbagai macam penyakit, terutama penderita diabetes yang pernah mengalami serangan ciri-ciri orang terkena stroke ringan. Oleh karena itu kurangilah gula dan makanan manis lainnya. Lakukan pengecekan kadar gula secara berkala agar dapat melakukan tindakan pencegahan terhadap berbagai penyakit.

7. Waspada terhadap kesehatan jantung.

Jika Anda merasa ada sesuatu yang berubah pada jantung maka sebaiknya segera waspada. Perubahan pada kondisi jantung yang dimaksud antara lain meliputi irama jantung yang tidak sama, timbul rasa nyeri pada jantung secara tiba-tiba, ataupun detak jantung terasa lebih cepat.

Kondisi-kondisi ini sebaiknya diperhatikan dan tidak boleh disepelekan. Jika mengalaminya sebaiknya segera periksakan diri ke dokter atau lakukan pemeriksaan ke bagian kardovaskular. Hal ini harus dilakukan sebelum terjadi stroke ataupun komplikasi penyakit yang lainnya.

8. Mengendalikan emosi dan stres.

Penderita stroke harus dapat menghindari berbagai hal yang memicu terjadinya serangan stroke kedua. Misalnya seperti mengendalikan emosi dan stres. Emosi dapat menyebabkan seseorang mengalami stroke. Sebab pada saat seseorang mengalami emosi maka yang terjadi adalah denyut jantung berdetak dan berdebar lebih cepat.

Selain itu otot-otot di kepala akan menegang. Emosi yang berlarut-larut dan tidak terkontrol pada akhirnya dapat menimbulkan kondisi stres. Keadaan ini akan membuat seseorang mengalami serangan stroke.

9. Memeriksakan diri ke dokter spesialis saraf.

Penyakit stroke pada dasarnya memiliki hubungan dengan beberapa organ penting dalam tubuh termasuk saraf. Saraf dan otak pada penderita gejala awal stroke bisa menjadi terganggu karena adanya penyumbatan pada pembuluh darah. Penyumbatan pembuluh darah bisa mengakibatkan perintah dari otak tidak dapat tersalurkan dengan baik sehingga tubuh tidak dapat melakukan respon dengan baik dan lancar.

Karena itu pemeriksaan saraf ke dokter spesialis sangat perlu. Hal ini justru seharusnya dilakukan terutama oleh penderita stroke. Dokter akan membantu Anda agar saraf dapat berfungsi dengan normal. Tidak menutup kemungkinan bahwa dokter juga akan memberikan resep obat yang harus dikonsumsi agar pasien sembuh.

10. Berkonsultasi dengan rehabilitasi medis.

Penderita stroke umumnya mengalami kesulitan dalam bergerak atau melakukan sesuatu. Untuk itu pasien perlu berkonsultasi pada tempat rehabilitasi agar dapat beraktivitas kembali dengan lebih baik.

Di tempat rehabilitasi tentunya pasien akan diterapi dan dilatih untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Beberapa orang bahkan mengatakan bahwa tempat rehabilitasi merupakan tempat yang paling ampuh dalam mengembalikan semangat serta pergerakan pasien stroke.

Cara mencegah serangan stroke kedua memang ada bermacam-macam. Namun kesemuanya ini perlu dilakukan dengan rutin agar stroke tidak menyerang kembali. Serangan stroke yang kedua sangat berbahaya dan dapat menimbulkan resiko yang serius pada penderitanya.

Jadi yang dapat dilakukan oleh pasien stroke hanyalah menjaga diri agar tidak sampai mengalami serangan stroke kedua yang begitu membahayakan. Oleh karena itu sudah seharusnya pasien stroke memiliki pola hidup yang sehat dengan menjalankan cara-cara yang telah diuraikan sebelumnya.

Semoga artikel Bagaimana Cara Mencegah Gejala Stroke Berulang, Antisipasi Sebelum Terjadi bermanfaat bagi kita dan terhindar dari penyakit Stroke.



Belum ada Komentar untuk "Bagaimana Cara Mencegah Gejala Stroke Berulang, Antisipasi Sebelum Terjadi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel