Olah Raga Cara Efektif Pencegahan Stroke Berulang Di Usia Muda

Olah Raga Cara Efektif Pencegahan Stroke Berulang Di Usia Muda


Pencegahan Stroke Di Usia Muda

Olah Raga Cara Efektif Pencegahan Stroke Berulang Di Usia Muda - Stroke menjadi salah satu penyakit yang juga cukup membahayakan nyawa seseorang. Jumlah penderita stroke yang terus meningkat setiap tahunnya membuat stroke tergolong sebagai salah satu penyakit mematikan di dunia. Namun, para ahli percaya stroke dapat dicegah dengan mengurangi risiko penyebab tersumbat atau pecahnya pembuluh darah. Kita harus sadar diri bahwasannya semakin bertambahnya usia seseorang, pada umumnya semakin banyak penyakit yang berpotensi untuk di derita. Penyakit yang kerap ditemui pada lansia antara lain: hipertensi (darah tinggi), artritis (radang sendi), Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), diabetes (kencing manis) dan dan tentunya stroke.

Stroke dapat menyerang siapa saja tanpa pandang usia. Ada 2 macam faktor risiko yang dapat meningkatkan seseorang terkena Stroke, yaitu faktor Risiko yang dapat diubah dan yang tak dapat diubah. Faktor Risiko yang tidak bisa diubah antara lain : Umur, jenis kelamin (wanita lebih rentan), keturunan, dan riwayat keluarga yang pernah terserang stroke / pennyakit jantung koroner. Faktor Risiko yang dapat diubah sebagian besar dipengaruhi oleh gaya hidup, diantaranya : kebiasaan merokok, kurang aktivitas, alkohol, narkoba, obesitas, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, dan dyslipidemia.

Jenis Stroke secara umum dibagi menjadi 2

Stroke Iskemik: Darah yang membeku menyumbat pembuluh darah. Jenis ini biasa terjadi pada orang lanjut usia.
Stroke Hemorhagic : Terjadi ketika pembuluh darah di dalam otak bocor atau pecah sehingga darah mengalir ke dalam otak atau ke permukaan otak. Jenis stroke ini lebih mematikan.

Stroke memerlukan penanganan yang cepat dan tepat untuk mencegah dan menghindari terjadinya kecacatan, bahkan kematian. Deteksi dini penyakit stroke pun penting untuk diketahui. Penyakit stroke terjadi secara mendadak dan gejala awal stroke sering ditandai dengan gejala sakit kepala yang mirip gangguan kesehatan lainnya sehingga besar kemungkinan seseorang mengabaikannya. Guna mencegah risiko stroke berat yang melumpuhkan, masyarakat perlu waspada.

Pengetahuan tentang tanda dan gejala awal stroke yang dimiliki masyarakat awam masih sangat minim. Mereka tidak mengetahui tindakan apa yang harus dilakukan untuk deteksi dini. Deteksi dini dilakukan guna meminimalisasi risiko yang didapatkan pasien. Masa yang tidak boleh terlewati pasien stroke agar mendapat penanganan lebih dini hanya tiga jam setelah stroke menyerang.

Pemberian edukasi sederhana yang fokus pada pengetahuan tanda dan gejala awal stroke diharapkan dapat memberikan pemahaman bagi masyarakat untuk segera melakukan kontak pelayanan gawat darurat sehingga dapat menurunkan jeda waktu yang lama dalam penanganan stroke akut.

Salah satu cara mendeteksi dini penyakit stroke yang mudah diterapkan masyarakat adalah dengan metode FAST (face, arm, speech, time), yakni mengetahui secara dini keberadaan gejala gangguan pada otot wajah, gangguan bicara, kelemahan anggota gerak, serta memberikan cara deteksi gejala awal stroke yang mudah dimengerti dan diaplikasikan masyarakat.

Antisipasi pencegahan stroke yang bisa Anda lakukan dari sekarang

1. Menjaga Tekanan Darah

Karena tekanan darah tinggi penyumbang terbesar risiko stroke pada pria dan wanita, maka pencegahan stroke paling sederhana bisa dimulai dengan menjaga tekanan darah supaya tidak lebih dari 120 (angka atas) dan tidak kurang dari 80 (angka bawah). Untuk menjaga tekanan darah, tentu Anda perlu menjaga gaya hidup, seperti:
  • Mengurangi asupan garam dalam makanan, jangan lebih dari 1.500 miligram per hari (sekitar setengah sendok teh).
  • Hindari makanan tinggi kolesterol, seperti daging berlemak, burger, keju, dan es krim.
  • Perbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran, konsumsi ikan dua sampai tiga kali seminggu dan beberapa porsi biji-bijian dan susu rendah lemak.

2. Menurunkan Berat Badan

Pencegahan stoke selanjutnya adalah menurunkan berat badan. Disamping tekanan darah tinggi, obesitas juga erat kaitannya dengan risiko stroke. Sebab lemak yang berlebih pada tubuh akan tertimbun pada dinding pembuluh darah. Timbunan lemak itulah yang akhirnya membuat pembuluh darah menyempit dan tersumbat. Oleh karenanya, cara efektif untuk mencegah stroke adalah menjaga berat badan menjadi ideal tidak terlalu kurus maupun tidak terlalu gemuk.

3. Rajin Berolahraga

Sebuah studi menemukan bahwa seseorang yang berjalan setidaknya tiga jam dalam seminggu memiliki risiko terkena stroke lebih kecil dibandingkan dengan wanita yang tidak melakukannya. Jika Anda tidak mempunyai waktu untuk berolahraga, lakukanlah beberapa gerakan olahraga ringan minimal 10 menit setiap hari seperti sit up, squats, push up, atau lunges.

4. Rutin Memeriksa Tekanan Darah

Hal lain yang bisa Anda lakukan dalam upaya pencegahan stroke yakni dengan rutin memeriksa tekanan darah. Sederhana, bukan? Ya, sebisa mungkin lakukan pemeriksaan ini minimal sebulan sekali. Apabila ternyata tekanan darah cenderung tinggi, Anda pun bisa mengantisipasi risiko stroke lebih cepat. Biasanya pada orang yang memiliki tekanan darah tidak normal, tubuh akan memberi ‘sinyal’ berupa rasa pusing, mata berkunang-kunang dan lain sebagainya.

5. Hindari Rokok dan Alkohol

Beberapa orang yang sering merokok atau mengonsumsi alkohol mungkin merasa pencegahan stroke ini cukup berat. Namun, cobalah pertimbangkan kembali dampak buruknya yang sangat merugikan kesehatan Anda. Risiko stroke jelas bisa meningkat dua kali lipat jika Anda masih ‘setia’ dengan kedua hal ini. Rokok dan alkohol sendiri sangat dipantangkan karena zat berbahaya di dalamnya mampu mempersempit arteri hingga membuat darah cenderung menggumpal.

Gejala Stroke antara lain

  • Sakit kepala secara tiba-tiba dan parah
  • Kesulitan melihat di satu atau kedua mata
  • Tiba-tiba pusing dan kesulitan berjalan
  • Kebingungan secara tiba-tiba Kesulitan berbicara
  • Mati rasa tiba-tiba atau kelemahan wajah, lengan atau kaki

Pengobatan stroke tergantung dari penyebab stroke itu sendiri. Stroke diobati menggunakan obat – obatan, seperti obat pencegahan untuk menurunkan tekanan darah, obat penurun kolesterol, obat untuk menghilangkan pembekuan darah. Seberapa besar kemungkinan seseorang bisa pulih belum bisa diketahui. Banyak orang membutuhkan rehabilitasi seperti terapi bicara, terapi fisik, dan terapi kerja.



Belum ada Komentar untuk "Olah Raga Cara Efektif Pencegahan Stroke Berulang Di Usia Muda"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel